Ied Mubarak, Minal Aidzin !

Hello !

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H bagi umat muslim semua. Semoga kita bisa memperbaiki diri dan menjadi yang lebih baik lagi. Aamiin.

Oh iya, maafkan ya kalau aku punya salah sama kalian-kalian. Karena manusia itu nggak luput dari kesalahan.

Aku merayakan hari raya ini di Pasuruan bersama dengan keluarga besar papaku. Alhamdulillah, uti (panggilan untuk nenek) baik-baik saja, dan hanya dia satu-satunya nenek yang aku miliki. Aku sudah tak punya kakek dari papaku sejak 6 tahun yang lalu.

Aku sholat ied di depan stadion Pasuruan dengan mobil bersama uti dan keluargaku. Padahal rumah utiku dekat dengan masjid, lho Katanya sih, sekalian jalan-jalan gitu. Setelah itu, kami pergi ke makam mbahkung (panggilanku untuk kakek). Dan ketika kami mengirimkan doa-doa dan bunga-bunga, aku melihat utiku, dia dengan wajah yang sedih. Mungkin dia sedang membayangkan saat-saat bersamanya dulu. Ah, indah nian cinta sejati itu, ya. Ketika kami ingin pindah ke makam yang lain (makam orang lain yang masih saudara) aku melihat utiku menangis. Menangis. Ingin rasanya aku menangis. Entah kenapa jika aku melihat seseorang menangis, aku jadi ingin menangis. Dan papa menyuruhku untuk menemani utiku sebentar.

Setelah itu, kami pun pergi. Kami merasa perut kami mulai keroncongan. Hmm, hari gini emang ada yang jualan? Kan ini hari besar. Masih pagi pula.

Eh, ternyata ada. Aku melihat ada yang jualan gado-gado. Waaa.. aku mauu. Tapi kami melewatinya. Yah, yaaahh… padahal itu ada gado-gado. Kenapa dilewati aja?

Dan akhirnya kami berhenti di depan sebuah warung yang menjual soto, dkk. Tak ada menu gado-gado di sana.  Ah, padahal aku pengen banget makan gado-gado (pengennya diet). Jadi, aku memutuskan untuk membeli gado-gado. Lagian, nggak jauh kok. Niatku sih,  aku langsung makan di tempat gado-gado itu. Tapi entah kenapa sama penjualnya malah dibungkus. Padahal aku nggak bilang mau dibungkus apa nggak.

Yaudah deh. Setelah kubayar, aku menuju warung dimana keluargaku makan. Dan aku “numpang” makan doang di situ. Terus aku juga memesan minuman air putih. Kan enak, gratis *jangan ditiru ya* hehe.

Setelah itu, kami pun langsung pulang. Sampai di sana, ada keluarga (tambahan) lagi dari Bangil. Mereka membawa makanan banyak. Tapi aku nggak makan. Karena aku masih berpegang dengan rencana dietku itu.

Setelah itu, kami semua saling sungkem-sungkeman, maaf-maafan, cium pipi kiri pipi kanan. Biasanya, kami tangis-tangisan. Tapi tahun ini-nggak. Ah, akhirnya. Setelah itu, kami pun pergi ke rumah saudara-saudara.

Sorenya, ketika aku duduk-duduk sambil ngemil kue-kue di depan. Hmm, gagal deh program dietku. Terus, papaku membeli beberapa camilan di swalayan. Makan juga deh. Gini mau minta tirus ? Haha in aja.

N.B : jangan niru adegan yang cuma numpang makan di warung ya, apalagi minumnya air putih. Kan gratis tuh. Pokok jangan, kalau kalian mau nggak malu-maluin keluarga kalian. Dan untuk siapa aja yang pengen diet, teruskan niatmu. Jangan kayak gue, ya.

Thank you and goodbye !

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s